Ketika petang jingga aku termanggu di pasir pantai,
Mnatap pemergian sinar suria yang manrik tirai kesyahduan malam,
Semakin lama aku merasakan lambaian jingga mnggamit prasaanku,
Membawa pulang camar yang terbang,
Sayup mencuit bunyian ombak petang,
Membuat ku tenang dan senang andainya suria tenggelam,
Lalu aku dipukau oleh magis sang rembulan,
Merembeskan cahaya di waktu kegelapan,
Aku disentap dalam matiku,
Terasa nafas semakin laju memacu angin,
Tergamam melihat setiap segi sang rembulan,
Sangat indah.. melirik senyum gemerlapan berlatar bintang kaca,
Tersusun baris-baris huruf mencantum persoalan di benak ku,
Ingin sekali aku menemukan mu dgn 5 pancainderaku
Aku hanya dapat melihat tapi tidak dapt ku jejaki,
Sinaran mu membasahiku tapi tidak dapat ku hidu,
Wajahmu dapat ku lakarkan tapi tidak dapat ku dengari manisnya lisan mu,
Jari ku dapat menunjuk kehadiran mu tapi tidak dapat ku sentuh,
Tapi aku setia menatap mu dalam kehadiran di malam-malam ku,
Setia ku tunggu agar dapat ku tau apa hikayat mu,
Relakan saja apa yang ku tau,
Susurkan segala niat hati mu dalam jiwaku,
Mungkin tidak dapat ku miliki,
Tapi sudah cukup untuk mnyintai.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
TETAMU ROH
Kita boleh mendengar apa yang kita cakap,
Tapi tak semestinya kita dapat bercakap tentang apa yang kita dengar,
Kita boleh melihat apa yang kita rasa,
Tapi tak semestinya kita dapat rasakan tentang apa yang kita lihat,
Kita boleh makan apa yang berada dalam tanaman kita,
Tapi tak semestinya setiap yang ada dalam tanaman kita adalah makanan kita,
kita boeh minum dalam setiap sungai yang mengalir jernih,
tapi tak semestinya air yang jernih perlu kau dahagakan,
kita boleh tertawa dalam setiap kisah suka ,
tapi tak semestinya setiap suka kita perlu ditertawakan,
kita boleh menangis dalam setiap duka hiba,
tapi tak semestinya duka itu diiringi setiap tangisan,
kita boleh ingat apa yang kita tahu,
tapi tak semestinya kita akan tahu apa yang kita ingat,
kita boleh nyanyikan pada setiap dendangan lagu,
tapi tak semestinya setiap lagu perlu adaya nyanyian,
kita boleh meminta apa sahaja tentang apa yang kita mahu,
tapi tak semestinya apa yang kita dapat adalah dari permintaan kita,
Tapi tak semestinya kita dapat bercakap tentang apa yang kita dengar,
Kita boleh melihat apa yang kita rasa,
Tapi tak semestinya kita dapat rasakan tentang apa yang kita lihat,
Kita boleh makan apa yang berada dalam tanaman kita,
Tapi tak semestinya setiap yang ada dalam tanaman kita adalah makanan kita,
kita boeh minum dalam setiap sungai yang mengalir jernih,
tapi tak semestinya air yang jernih perlu kau dahagakan,
kita boleh tertawa dalam setiap kisah suka ,
tapi tak semestinya setiap suka kita perlu ditertawakan,
kita boleh menangis dalam setiap duka hiba,
tapi tak semestinya duka itu diiringi setiap tangisan,
kita boleh ingat apa yang kita tahu,
tapi tak semestinya kita akan tahu apa yang kita ingat,
kita boleh nyanyikan pada setiap dendangan lagu,
tapi tak semestinya setiap lagu perlu adaya nyanyian,
kita boleh meminta apa sahaja tentang apa yang kita mahu,
tapi tak semestinya apa yang kita dapat adalah dari permintaan kita,
Ingatan
Meski pun aku hilang keupayaan untuk berbahasa
tapi aku tetap petah berkata2 tentangmu
biar duniaku diam tanpa sebaris lisan
tapi tergiang-ngiang hembusan nafasmu di cuping-cupingku
setiap lenggokan jiwa dan sayang mu ingin ku tatap
aku seru peluk menggunung hiba merajuk
barang sedetik tiada dalam ingatan
pergimu bialah sudah
tapi tanamkan lah keranda cinta di kubur hatiku
tapi aku tetap petah berkata2 tentangmu
biar duniaku diam tanpa sebaris lisan
tapi tergiang-ngiang hembusan nafasmu di cuping-cupingku
setiap lenggokan jiwa dan sayang mu ingin ku tatap
aku seru peluk menggunung hiba merajuk
barang sedetik tiada dalam ingatan
pergimu bialah sudah
tapi tanamkan lah keranda cinta di kubur hatiku
No comments:
Post a Comment