Pandangan mata ikhlas mu cukup mnceritakan kisah hidup mu,
tidak ku sangka,
Ditengah laluan jasad kota kita bertemu,
Mungkin kau tiada tau setiap gerak dan peri ku,
Mungkin tiada kau hindar setiap senyum dan tawa ku,
Tapi kita terus tersenyum dan berterusan mengeluarkan kata-kata yg lunak,
Titik itu membuatkan aku terus gugur menjadi jasad yg di sihir bermentera,
Menjadi ilang setiap kata dan senda,
Aku ingin mengenal nafas dan belaian mu,
Tapi aku di kafan ketat tidak berdaya,
mati aku dan kubur jasad yg subur,
aku rela,
Pesan pada akhir helaian ku,
Izinkan tangan mu mengubur indah jiwa ku..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
TETAMU ROH
Kita boleh mendengar apa yang kita cakap,
Tapi tak semestinya kita dapat bercakap tentang apa yang kita dengar,
Kita boleh melihat apa yang kita rasa,
Tapi tak semestinya kita dapat rasakan tentang apa yang kita lihat,
Kita boleh makan apa yang berada dalam tanaman kita,
Tapi tak semestinya setiap yang ada dalam tanaman kita adalah makanan kita,
kita boeh minum dalam setiap sungai yang mengalir jernih,
tapi tak semestinya air yang jernih perlu kau dahagakan,
kita boleh tertawa dalam setiap kisah suka ,
tapi tak semestinya setiap suka kita perlu ditertawakan,
kita boleh menangis dalam setiap duka hiba,
tapi tak semestinya duka itu diiringi setiap tangisan,
kita boleh ingat apa yang kita tahu,
tapi tak semestinya kita akan tahu apa yang kita ingat,
kita boleh nyanyikan pada setiap dendangan lagu,
tapi tak semestinya setiap lagu perlu adaya nyanyian,
kita boleh meminta apa sahaja tentang apa yang kita mahu,
tapi tak semestinya apa yang kita dapat adalah dari permintaan kita,
Tapi tak semestinya kita dapat bercakap tentang apa yang kita dengar,
Kita boleh melihat apa yang kita rasa,
Tapi tak semestinya kita dapat rasakan tentang apa yang kita lihat,
Kita boleh makan apa yang berada dalam tanaman kita,
Tapi tak semestinya setiap yang ada dalam tanaman kita adalah makanan kita,
kita boeh minum dalam setiap sungai yang mengalir jernih,
tapi tak semestinya air yang jernih perlu kau dahagakan,
kita boleh tertawa dalam setiap kisah suka ,
tapi tak semestinya setiap suka kita perlu ditertawakan,
kita boleh menangis dalam setiap duka hiba,
tapi tak semestinya duka itu diiringi setiap tangisan,
kita boleh ingat apa yang kita tahu,
tapi tak semestinya kita akan tahu apa yang kita ingat,
kita boleh nyanyikan pada setiap dendangan lagu,
tapi tak semestinya setiap lagu perlu adaya nyanyian,
kita boleh meminta apa sahaja tentang apa yang kita mahu,
tapi tak semestinya apa yang kita dapat adalah dari permintaan kita,
Ingatan
Meski pun aku hilang keupayaan untuk berbahasa
tapi aku tetap petah berkata2 tentangmu
biar duniaku diam tanpa sebaris lisan
tapi tergiang-ngiang hembusan nafasmu di cuping-cupingku
setiap lenggokan jiwa dan sayang mu ingin ku tatap
aku seru peluk menggunung hiba merajuk
barang sedetik tiada dalam ingatan
pergimu bialah sudah
tapi tanamkan lah keranda cinta di kubur hatiku
tapi aku tetap petah berkata2 tentangmu
biar duniaku diam tanpa sebaris lisan
tapi tergiang-ngiang hembusan nafasmu di cuping-cupingku
setiap lenggokan jiwa dan sayang mu ingin ku tatap
aku seru peluk menggunung hiba merajuk
barang sedetik tiada dalam ingatan
pergimu bialah sudah
tapi tanamkan lah keranda cinta di kubur hatiku
No comments:
Post a Comment